Kamis, 11 November 2010

Keberadaan Tuhan dan Jagat Raya

Hawking tentang Tuhan, Alien, dan Planet Mars
Ioanes Rakhmat, PENGAMAT PERKEMBANGAN SAINS, TINGGAL DI JAKARTA

Dalam buku terbarunya, yang ditulis bersama Leonard Mlodinow, yang berjudul The Grand Design (September 2010), Hawking menegas- kan posisinya sebagai seorang ateis. Dia menyatakan bahwa “permulaan jagat raya diatur oleh hukum-hukum sains dan tidak perlu digerakkan oleh suatu allah” dan bahwa “jagat raya muncul secara spontan, berawal dengan segala cara yang mungkin”.

Stephen William Hawking (dilahirkan 8 Januari 1942) adalah seorang mahafisikawan dan kosmologiwan kebangsaan Inggris yang telah menjalani karier ilmiahnya selama lebih dari 40 tahun. Bidang penelitian utama Hawking adalah kosmologi teoretis dan gravitasi Quantum.

Dalam hal-hal yang berkaitan dengan agama, Hawking awalnya mengambil suatu posisi agnostik deisme. Dia memang berulang kali menggunakan kata "Allah", tapi dalam pengertian metaforis, untuk menggambarkan poin-poin dalam bukubuku dan pidato-pidato publiknya. Hawking menyatakan bahwa dia "tidaklah religius dalam pengertian yang normal"dan percaya bahwa "jagat raya diatur oleh hukum-hukum sains. Hukum-hukum ini bisa saja didekritkan oleh Allah, tapi Allah tidak ikut campur untuk melanggar hukumhukum itu".

Dalam buku terbarunya, yang ditulis bersama Leonard Mlodinow, yang berjudul The Grand Design (September 2010), Hawking menegaskan posisinya sebagai seorang ateis. Dia menyatakan bahwa "permulaan jagat raya diatur oleh hukum-hukum sains dan tidak perlu digerakkan oleh suatu allah"dan bahwa "jagat raya muncul secara spontan, berawal dengan segala cara yang mungkin". Tulisnya juga dalam buku yang sama bahwa adanya hukum-hukum fisika yang telah "disetel dengan pas"(finely tuned) "tidak memerlukan suatu pencipta yang baik hati yang telah membuat jagat raya untuk kebaikan kita"dan bahwa karena fluktuasi Quantum,"jagat raya dapat muncul dari ketiadaan". Baginya,"penciptaan spontan adalah alasan mengapa ada sesuatu ketimbang tak ada apa-apa"dan bahwa "sejumlah besar jagat raya diciptakan dari ketiadaan, dan tak memerlukan intervensi suatu makhluk supernatural atau suatu allah".

Hawking, yang berpegang pada "determinisme saintifik", jelas menolak mukjizat. Determinisme saintifik menegaskan bahwa segala hal dalam jagat raya memiliki asalusul pada masa lampau dan akhir pada masa depan yang berlangsung dalam jalur hukum-hukum sains yang tak bisa dilanggar, sehingga awal dan akhir segala sesuatu dapat diprediksi serta ditentukan dengan tepat dan lengkap. Dalam buku The Grand Design, dia menyatakan determinisme saintifik menyingkirkan kemungkinan adanya mukjizat atau suatu peran aktif Allah atau suatu kekecualian terhadap hukum-hukum alam. Dia menyatakan bahwa "Allah tidak dapat mencampuri jalannya jagat raya" dan menegaskan bahwa "suatu hukum saintifik bukanlah suatu hukum saintifik jika hukum ini berlaku hanya apabila suatu makhluk supernatural memutuskan untuk tidak mencampurinya".

Belum lama berselang, Hawking membandingkan agama dengan sains, katanya: "Ada suatu perbedaan mendasar antara agama, yang didasarkan pada otoritas, dan sains, yang didasarkan pada observasi dan nalar. Sains akan menang karena sains terbukti bekerja."

Alien Dengan menggunakan suatu basis matematika bagi asumsi-asumsinya, Hawking menyatakan bahwa dia hampir dapat memastikan bahwa alien ada di bagian-bagian lain jagat raya."Menurut otak matematis saya, bilangan-bilangan saja sudah dapat membuat pemikiran tentang alien se bagai suatu pemikiran yang secara rasional sempurna. Tantangan yang riil adalah memikirkan para alien itu aktualnya dapat seperti apa.”Hawking percaya alien bukan hanya pasti ada di planet-planet, tapi mungkin bahkan di tempat-tempat lain, seperti di dalam bintang-bintang atau bahkan mengapung-apung di angkasa luar. Hawking juga memperingatkan bahwa beberapa spesies ini dapat cerdas dan dapat mengancam Planet Bumi. Kontak dengan spesies semacam itu dapat membinasakan umat manusia.“Jika para alien mengunjungi kita, akibatnya akan sama dengan ketika Columbus mendarat di Amerika, yang ternyata tidak baik bagi penduduk asli Amerika,”katanya. Dia menasihati, ketimbang berusaha membangun kontak dengan para alien, manusia harus berupaya menghindari kontak dengan bentuk-bentuk kehidupan alien. Koloni Planet Mars Pada 2007, sebelum masuk ke penerbangan gravitasi-nol, dengan nada sedikit futuristik Hawking berkata,"Banyak orang telah bertanya kepada saya mengapa saya mengambil penerbangan ini. Saya melakukannya karena banyak alasan. Pertama-tama, saya percaya bahwa kehidupan di muka Bumi sedang berada pada suatu risiko yang makin besar untuk terhapus sama sekali oleh suatu bencana, seperti perang nuklir yang terjadi dadakan, suatu virus yang direkayasa secara genetik, atau bahaya-bahaya lain. Saya pikir umat manusia tidak memiliki masa depan jika mereka tidak memasuki angkasa luar. Saya, karena itu, ingin mendorong minat masyarakat pada angkasa luar.” Dalam suatu wawancara dengan The Daily Telegraph (2001), Hawking menyarankan bahwa angkasa luar adalah harapan jangka panjang untuk Planet Bumi.

“Koloni-koloni di angkasa luar bisa jadi harapan satu-satunya,”kata Hawking. Sehari sebelum NASA mengkonfirmasi keberadaan air di Planet Mars, di hadapan US House Committee on Science and Technology, pada 30 Juli 2008, Hawking membuat sebuah pernyataan,“Menemukan air di Planet Mars dapat berarti bahwa suatu koloni Planet Mars pada masa depan dapat menggunakan air ini sebagai suatu sumber oksigen. Ini adalah suatu langkah pertama untuk menyebarluaskan umat manusia masuk ke angkasa luar, yang menurut saya harus merupakan tujuan jangka panjang kita.”Sejalan dengan pandangan Hawking, Prof J. Richard Gott, astrofisikawan dari Princeton University, AS, menyatakan,“Kita harus membangun suatu koloni di Mars yang dapat menopang dirinya sendiri. Hal itu akan membuat kita suatu spesies dua planet dan akan membuat lebih baik prospek survival jangka panjang kita dengan memberi kita dua kesempatan ketimbang hanya satu kesempatan.” Ya, suatu “Taman Eden”kedua pada saatnya, mungkin di pengujung abad ke-21, akan berdiri di Planet Mars. Hal ini hanya mungkin terjadi jika umat manusia di Planet Bumi berani memetik “buah pohon pengetahuan”dan memakannya. Maksudnya: jika umat manusia makin banyak yang berani dan mampu berpikir ilmiah dan membangun teknologi yang dapat diandalkan untuk survival mereka di masa depan. Eksistensi dan ketahanan umat manusia di masa depan terletak pada tangan mereka sendiri, pada sains serta teknologi yang mereka kembangkan dan terapkan.

Selasa, 09 November 2010

Sambut Obama di Halim, Anggota Paskibraka Grogi

Rabu, 10/11/2010 02:08 WIB
Sambut Obama di Halim, Anggota Paskibraka Grogi

Didit Tri Kertapati
- detikNews


Jakarta
- Momen bertemu langsung Presiden Amerika, Barack Obama, tentu sebuah peristiwa langka. Hal ini pun disadari betul oleh 2 anggota Paskibraka DKI yang bertugas menyambut kedatangan Obama beserta istri.

Selain perasaan senang, rasa grogi pun menghinggapi dua anggota Paskibraka ini.

"Gilang Ramadhiansyah mengatakan sangat senang dan grogi karena ini adalah tugas pertamanya menjadi penyambut Tamu Negara dan yang disambut adalah Presiden Obama, orang yang menurutnya sangat penting di dunia," demikian rilis yang diterima detikcom, dari Humas Purna Paskibraka Indonesia (PPI) DKI Jakarta, Selasa (9/11/2010).

Pada kesempatan tersebut, Gilang bertugas membawa baki tempat karangan bunga. Sebagai pasangannya, Ulfah Audina Umaya yang bertugas mengalungkan karangan bunga kepada Michelle Obama.

"Pemberian karangan bunga oleh Ulfah Audina Umaya untuk Michelle Obama," jelasnya.

Gilang dan Ulfah telah melewati seleksi protokol PPI untuk menerima tamu negara. Selanjutnya mereka akan bertugas untuk menyambut setiap tamu negara yang berkunjung ke Indonesia.

"Dalam masa tugas sebagai protokol terpilih, mereka akan bertugas untuk menyambut seluruh kunjungan tamu negara ke Indonesia selama setahun ke depan," tukasnya.

Obama tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, sekitar pukul 16.30 WIB, Selasa (9/11/2010). "Apa kabar?" begitu sapa Obama saat menyalami beberapa orang yang menyambutnya.

Obama yang tiba turun dari pesawat bergandengan tangan dengan istrinya, Michelle, itu tampak sumringah. Senyum terus tersungging di bibir keduanya. Obama mengenakan setelan jas gelap sedangkan Michelle mengenakan gaun selutut merah marun dan bercelana panjang gelap.

PASKIBRAKA DKI JAKARTA 2010 MENYAMBUT PRESIDEN OBAMA DI BANDARA HALIM PERDANA KUSUMA

Jakarta, 9 November 2010 – Kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama disambut oleh sepasang anggota Paskibraka DKI Jakarta 2010 tadi sore pukul 16.15 WIB di Bandara Halim Perdana Kusuma. Anggota Paskibraka DKI Jakarta yang bertugas untuk menyambut Presiden Obama adalah Gilang Ramadhiansyah, siswa kelas 3 SMUN 51 Jakarta dan Ulfah Audina Umaya, siswa kelas 2 SMKN 10 Jakarta.

Gilang Ramadhiansyah mengatakan sangat senang dan grogi karena ini adalah tugas pertamanya menjadi penyambut Tamu Negara dan yang disambut adalah Presiden Obama, orang yang menurutnya sangat penting di dunia. Ulfah Audina Umaya pun sangat bangga ketika dapat bertemu secara langsung dengan presiden Obama dan istrinya.

Orangtua dari Ulfah Audina Umaya, yaitu Bapak Warso Santoso dan Ibu Miswati mengaku sangat bangga dan senang karena anaknya terpilih menjadi penyambut Presiden Obama dalam kunjungannya ke Indonesia. Orangtua Gilang Ramadhiansyah, yaitu Bapak Agustama Thabrani dan Ibu Muthia Susilowati juga bangga dan mendapatkan ucapan selamat dari seluruh keluarga besarnya baik melalui telepon ataupun pesan singkat. Bapak Agustama tidak menyangka kalau anaknya yang ternyata terpilih untuk menjadi penyambut Presiden Obama.

Ulfah Audina Umaya dan Gilang Ramadhiansyah menjelaskan mereka berangkat menuju Bandara Halim Perdana Kusuma pada pukul 13.30 WIB dan menunggu di Bandara sampai Presiden Obama tiba sekitar pukul 16.15 WIB. Saat turun dari pesawat Air Force One, Presiden Obama dan istrinya langsung disambut oleh Duta Besar Amerika Serikat dilanjutkan pemberian karangan bunga oleh Ulfah Audina Umaya untuk Michelle Obama. Gilang Ramadhiansyah dalam hal ini menjadi pembawa baki karangan bunga tersebut. Ulfah Audina Umaya sempat mengucapkan “Welcome to Jakarta Mr. Obama”. Dan Presiden Obama membalas, “Thank you. How are you?”, dan Ulfah pun menjawab “I’m fine, thank you”. Setelah itu, Presiden Obama juga disambut oleh Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa.

Selain Presiden Obama, hari ini Indonesia juga dikunjungi oleh Presiden Austria. Kedatangan Presiden Austria tersebut juga disambut oleh 2 (dua) pasang anggota Paskibraka DKI Jakarta 2010 tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Adapun yang bertugas sebagai penyambut Presiden Austria adalah Sasha Fauziah Quamirta, Nabilla Ragilia Maharani, Muhamad Zulfikri Nurohman, dan Benito Pradipta.

Sebelumnya seluruh penyambut tamu negara tersebut telah lolos dalam seleksi protokol Purna Paskibraka DKI Jakarta. “Tugas perdana mereka sebagai protokol adalah menjadi pembawa naskah dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2010 yang lalu di Lubang Buaya, di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Inspektur Upacara.”, jelas Armijn Navaro Soedjati, Juru Bicara PPI DKI Jakarta. Dalam masa tugas sebagai protokol terpilih, mereka akan bertugas untuk menyambut seluruh kunjungan Tamu Negara ke Indonesia selama setahun ke depan. “Pengurus PPI DKI Jakarta berharap agar seluruh anggota Paskibraka DKI Jakarta 2010 dapat terus menjalankan tugas-tugas kenegaraan dengan sebaik-baiknya”, tambah Mirza Nasir, Ketua PPI DKI Jakarta.

Jumat, 05 November 2010

Mengenal Investasi

(...tulisan ini gw tulis di slates facebook gw pada tanggal 23 Februari 2008)

Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai investasi, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan..

Sudahkah Anda melakukan investasi?

Investasi apa saja yang sudah Anda ketahui?

Apakah investasi itu penting bagi Anda?


Mau tidak mau, investasi saat ini dibutuhkan untuk menyiapkan perencanaan keuangan kita di masa mendatang. Tidak ada kata terlambat! Itu yang selalu saya katakan kepada klien saya atau pun orang-orang yang sekedar berkonsultasi dengan saya. Bayangkan saja, apabila kita tidak menyisihkan sedikit pun dana yang kita miliki sekarang untuk berinvestasi, maka impian-impian seperti memiliki rumah pribadi, mobil, bahkan perencanaan pendidikan anak pun akan sulit tercapai. Saya tidak mengatakan "TIDAK AKAN TERCAPAI", tetapi saya mengatakan "SULIT TERCAPAI" karena bukan tidak mungkin tiba-tiba kita mendapatkan undian 1 Miliar tanpa perlu investasi. Betul kan?

Baik, marilah kita berpikir sejenak, kira-kira apa saja rencana-rencana kita dalam 1, 2, 5, 10, bahkan 20 tahun ke depan. Kita harus dapat membuat perencanaan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kenapa? Hal ini sangat berhubungan nantinya dengan instrumen investasi yang akan kita pilih. Karena investasi bukan dapat dibedakan berdasarkan resiko saja, seperti high risk, medium risk, ataupun low risk. Tetapi investasi juga dapat dibedakan berdasarkan jangka waktunya, yaitu short, medium, ataupun long investment. Intinya kita harus benar-benar matang dalam memilih jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhan kita. Oleh karena itu, setidaknya kita harus mengenal berbagai jenis investasi termasuk memahami bahwa tidak ada investasi yang TANPA RESIKO! Itu yang terpenting yang harus kita ingat. Karena semua jenis investasi pasti memiliki resiko.

"Pak, saya sudah melakukan investasi lho. Saya kemarin baru saja membeli 1 unit rumah di Pondok Indah", ujar teman saya. Menurut Anda, apakah teman saya ini sudah melakukan satu jenis investasi? Jawabannya adalah YA. Teman saya ini melakukan investasi, tetapi dalam sektor ril. Investasi pada umumnya dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu sektor ril dan sektor nonril. Contoh investasi yang termasuk dalam sektor ril adalah rumah, tanah, emas, dan segala sesuatu yang bentuknya fisik dan nyata tetapi nilainya akan meningkat di masa mendatang. Sedangkan investasi yang termasuk dalam sektor nonril contohnya adalah transaksi saham, pasar uang, komoditi, dan reksadana.

Berbicara masalah waktu, terkadang kita tidak tau kapan saat yang tepat untuk berinvestasi. Kalau Anda tanyakan kepada saya, maka jawaban saya adalah SEKARANG! Setiap hari umur kita bertambah dan waktu kita untuk bekerja semakin berkurang. Dan percaya atau tidak, produktivitas kita saat ini pasti jauh lebih tinggi ketimbang pada saat usia kita sudah tua nantinya. Belum lagi kalau kita memikirkan masalah inflasi. Anda dapat bayangkan berapa biaya kuliah anak kita nantinya pada saat 15 tahun mendatang atau berapa harga bensin per liternya nanti 10 tahun mendatang. Kalau kita sudah memahami betul masalah-masalah ini, maka menabung saja tidak akan cukup untuk mengatasi persoalan di masa mendatang.

PRESIDEN (oleh Rezi Arifin)

(...artikel ini ditulis oleh teman gw, Rezi Arifin)

Saya kasihan memikirkan nasib SBY. Dari awal masa kepresidenannya sudah diuji dengan berbagai bencana alam dan korban jiwa, hingga detik ini. Dari mulai Tsunami, gempa, tanah longsor, luapan lumpur, banjir hingga kecelakaan pesawat, kapal dan kereta api. Sepertinya tiada hari tanpa bencana.

Saya masih teringat akan kata nenek saya sewaktu SBY masih sebagai calon presiden. Nenek saya berkata, "ada yang bilang, kalau SBY menjadi presiden, akan banyak korban jiwa...". Pada saat itu saya tidak begitu percaya akan ramalan tsb, akan tetapi, semakin hari saya semakin menjadi percaya. Akan tetapi, masa depan bangsa akan lebih buruk lagi bila Megawati terus menjabat menjadi presiden saat itu.

Seputar presiden, ada suatu hal yang saya dapatkan, masih berupa ramalan. Mungkin yang ini lebih seru. Ada ramalan orang dulu bahwa Indonesia akan dipimpin oleh 5 presiden yang bisa dikatakan signifikan (tidak seperti GusDur atau Megawati yang hanya numpang duduk... atau tidur siang). "No To No Go Ro" ("Noto Nogoro" atau "Tata Negara") adalah akhiran2 dari nama2 panjang presiden2 atau pemimpin2 Indonesia tsb. "No" yang pertama adalah SUKARNO. "To" adalah SOEHARTO. "No" adalah S.B.YUDHOYONO. Selanjutnya masih susah untuk ditebak. Yang pasti bukan Sutiyoso... Bisa saja dia menjadi presiden, akan tetapi bukan yang membawa kemajuan Indonesia. Kita tidak akan tahu kapan "Go" dan "Ro" ini akan muncul. Mungkin besok, mungkin masih puluhan tahun. Bisa saja kita masih belum sampai pada tahap "No" yang kedua karena bisa saja SBY bukanlah "No" yang kedua. Mungkin semua akan terlihat hasilnya pada saat akhir.

Pertanyaan yang lebih besar lagi adalah, apakah yang akan terjadi setelah kepresidenan "Ro"? Apakah Republik Indonesia akan hancur? Apakah RI kita akan dipimpin oleh orang2 tak berbobot? Apakah dunia akan berakhir? Kiamat?

Apapun masa depan bangsa nantinya, dibawah kepresidenan siapapun, baik maupun buruk, kita sebagai rakyat Indonesia tetap memiliki kekuatan untuk merubah nasib negara kita. Nasib kita tidak tergantung presiden, ataupun ramalan2, melainkan berdasarkan perilaku dan usaha kita sendiri. Perubahan2 kondisi politik dan ekonomi dari presiden Sukarno hingga presiden SBY memang sangat drastis. Akan tetapi, perubahan2 tersebut bukanlah kesalahan presiden2 tersebut semata, tetapi kita secara keseluruhan sebagai bangsa.

Bagaimanapun juga, orang Indonesia hanya memikirkan perut sendiri, "asal saya bisa makan hari ini." Ok, tidak ada masalah... Akan tetapi, cara kita mendapatkan makanan itu yang harus halal. Mungkin berkata lebih mudah dari pada melakukan, khususnya melihat bertambahnya angka kemiskinan di Indonesia. Di jaman Sukarno, beli beras harus antri. Di jaman Suharto, tidak harus ngantri dan harga stabil. Di jaman SBY, beras impor dan harga tinggi. Dimana letak kesalahannya? Dari jaman Sukarno ke Suharto; kemajuan. Dari Suharto ke SBY; kemunduran, khususnya atas jasa2 GusDur dan Megawati. Akan tetapi, apakah SBY telah berhasil membawa Indonesia ke arah kemajuan? Mungkin. Apakah rakyat Indonesia, di jaman SBY, sudah lebih maju? Jawabannya bisa anda lihat diluar rumah anda masing2.

Kemajuan ekonomi memegang salah satu peranan yang sangat penting dalam kemajuan bangsa. Bila kemajuan ekonomi bisa kita rasakan secara riil, kita tidak usah perduli siapa presidennya. Sewaktu Amerika Serikat mengalami kemajuan ekonomi yang signifikan dibawah kepresidenan Bill Clinton, rakyat Amerika tidak ada yang merasa keberatan akan hubungan gelap Clinton dengan Monica Lewinsky. Clinton tidak jadi dipecat dari jabatannya. Maka dari itu, penghasilan kita sangat bisa menentukan sudut pandang kita.

Manusia hanya memiliki tiga kebutuhan pokok; sandang (baju), pangan (makan), papan(rumah). Bila setiap orang Indonesia telah memenuhi segala kebutuhan2 pokok tsb (secara baik tentunya), saya yakin bangsa kita akan menjadi lebih maju dan hidup lebih teratur dan disiplin. Bukan hanya secara finansial, tetapi khususnya secara mental. Bila semua kebutuhan pokok telah terpenuhi, pikiran kita akan bisa lebih memikirkan hal2 lain yang lebih positif. Betul kan? Akan tetapi, mungkin Indonesia akan membutuhkan waktu yang sangat lama, mungkin lebih lama dari yang diperkirakan, untuk sampai ke tingkat itu.

Bagaimanapun juga, pemerintah tetap berperan dalam melawan kemiskinan, sekalipun itu bukan tanggung jawab presiden seorang. Paling tidak pemerintah, bersama rakyat, harus mendukung perusahaan2 dan negara2 luar yang ingin berinvestasi di tanah air kita. Orang2 awam akan menganggap bahwa ini sebuah pertanda kita dijajah. Salah sekali. Karena dari investasi2 itu akan menimbulkan lapangan pekerjaan baru. Artinya, uang akan lebih banyak yang beredar di negara kita melalui tangan2 yang lebih banyak jumlahnya. Ini akan bisa mengangkat mereka2 dari kemiskinan. Bagaimanapun juga, globalisasi akan lebih menguntungkan dari pada tidak ada globalisasi sama sekali.

Apakah yang bisa dilakukan rakyat? Rakyat selalu bisa membantu keamanan dan kenyamanan lingkungan. Adanya protes2 di jalanan umum dan kerusakan2 property yang telah disebabkan oleh FPI dan grup2 extrimis lainnya akan membuat para investor takut, bahkan lari dari Indonesia. Agama tidak mengajarkan untuk merusak atau memeras. Ini adalah hasil dari kesalah-pengertian dalam menginterpretasikan ajaran agama. Saya yakin, mereka hanya menginginkan uang. Mereka masih dikategorikan sebagai rakyat miskin, maka dari itu mereka melakukan apapun sambil mengibarkan bendera apapun untuk mendapatkan uang. Tentunya kita tidak bisa terus2an berurusan dengan mereka dan disinilah waktu yang tepat untuk melibatkan kekuatan polisi atau TNI.

Akan tetapi, polisi dan TNI pun membutuhkan dukungan masa sewaktu pemilihan kepala2 polisi dan TNI. Terlihat jelas bahwa semua ini adalah suatu pertunjukan yang terus berputar berulang kali. Ini sangat tidak produktif. Selama mentalitas bangsa kita masih seperti ini, Indonesia tidak akan bisa maju. Sayangnya, ini sudah menjadi sistem dan budaya. Bila kita berputar balik ke masa lalu, sebelum keonaran ini bisa muncul sekalipun, dari mana kah ajaran2 buruk ini datang? Mungkin tontonan dari televisi atau film. Akan tetapi, dari manapun asal ajaran2 tsb, mengapa saking mudahnya orang Indonesia terpengaruh? Karena minimnya pendidikan.

Apakah segala masalah di negara kita bisa diselesaikan dengan pendidikan? Sangat bisa. Orang hidup miskin tidak selalu karena nasib, tetapi bisa karena berbagai hal. Kemiskinan bisa berawal dari orang tua yang miskin. Pasti ada sebabnya mengapa orang tua nya itu miskin. Pasti ada juga saudaranya yang tidak miskin. Akan tetapi, bila semua orang miskin diberikan pelayanan sekolah gratis hingga SMA, bahkan sarjana, apakah mereka akan terus miskin? Seharusnya tidak. Pendidikan yang diberikan harus bermutu dan tidak subyektif hanya dari sudut pandang guru. Guru2 pun harus mengajarkan para murid untuk mengungkapkan pendapatnya secara bebas tanpa rasa takut. Ini akan lebih berdampak positif daripada negatif. Dengan ini, para murid akan terbiasa untuk berpikir kedepan dan kreatif.

Kamis, 04 November 2010

Dulu dan Sekarang

"Sorry gw gak ada waktu. Loe belajar sendiri aja", kata2 itu gak pernah sekalipun terucap dari mulut gw kalau ada teman2 yang minta bantuan untuk ngajarin beberapa mata kuliah saat midtest atau final test. Bahkan dalam satu hari, gw bisa kedatangan 5-6 group untuk belajar bareng mata kuliah yang sama saat besoknya ujian.

Gak pernah kepikiran ama gw untuk merugikan orang lain. Kalau gw bisa, Insya Allah akan gw bantu semaksimal kemampuan gw. Tapi ternyata benih2 yang gw lakukan selama ini tidak banyak mendatangkan panen. Malahan beberapa menusuk dari belakang. Padahal dulu saat gw masih "berjaya", semua mendekat.

Gw sadar sekali bahwa gw masih jauh sekali dari sempurna. Ternyata tidak banyak orang yang benar2 mengerti tentang kondisi gw selama ini. Friends? No! Kita tidak lagi berteman, kita hanya kenal. Apa gw harus berbuat seperti itu sekarang ini?

Jawabannya tidak. Bagaimanapun juga, mau mereka baik atau buruk, mau mereka kuat atau lemah, mau mereka mendukung atau menenggelamkan gw, tetap aja gw pernah memiliki pengalaman yang manis dengan mereka.

Memang saat ini kondisi gw sedang jatuh tertimpa tangga. Banyak sekali hal2 buruk yang dituduhkan ke gw. Bisa apa gw skrg? Uang gak punya. Boro2 bisa sewa jasa pengacara. Buat makan ama hidup besok aja gw mesti mikir.

Yang jelas gw cuma bisa berusaha dan berdoa sekarang ini. Agar org2 di sekitar gw sadar akan keberadaan dan kondisi gw sekarang ini. Amiin..

Sabtu, 30 Oktober 2010

After scandal, flag corps vows to revise training (The Jakarta Post)

After scandal, flag corps vows to revise training

The Jakarta Post, Jakarta | Thu, 10/21/2010 10:24 AM | City
A | A | A |

Amid criticism of its mishandling of sexual harassment allegations, the Jakarta Paskibraka Full Corps (PPI) says it will revamp its training for teen flag-bearers.

“We’re still waiting for the results of the investigation by the Jakarta Police. However, we realize that such incidents might happen in the future. We’ve been conducting an internal evaluation of our standard operating procedures,” PPI spokesman Arief Timbul Parkusip told reporters on Wednesday.

Arief said that the PPI would create a new manual for next year’s team that would be based on
the evaluation’s results so there would be no misunderstandings or misinterpretations during future trainings.

The PPI would likely work with the NGO Plan Indonesia in the future to develop training on the rights and obligations of trainers and trainees so everyone would be aware of sexual harassment, he said.

Another PPI spokesman, Armijn Navaro Soedjati said: “Even though we had not conducted an investigation at that time, we did make an official apology to the parents after they filed a complaint on the evening of August 17, as had been demanded.”

Several parents of junior team members lodged a complaint with Jakarta Governor Fauzi Bowo, alleging that their daughters had been forced by senior team members to walk naked from a bathroom to their sleeping quarters and their sons ordered to strip and do push-ups on top of each other during an orientation program in Cibubur, East Jakarta, from July 2 to 6.

A male member recently told The Jakarta Post that the push-up tradition started in 2005.

According to the PPI’s internal investigation, female members were actually clad in towels when forced to walk from the bathroom to their barracks. The report did not state if “cold push-ups” were a PPI tradition.

The PPI is the body appointed by the government to select Paskibra and Paskibraka national flag-bearers.

Four senior team members were suspended after the results of the PPI’s investigation were announced. This year’s trainers were comprised of team members who served between 2006 and 2009.

Two parents, Lauren Neville Djunaedi and Yusuf Ginting, reported the PPI to the police in September for alleged indecency, although the reports did not clearly define the acts as sexual harassment.

Lauren said police interviewed eight trainees, including her child, as witnesses to the incident. (rch)


http://www.thejakartapost.com/news/2010/10/21/after-scandal-flag-corps-vows-revise-training.html